Welcome to Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia

DRRC UI Turun ke Malalo, Bantu Penanganan Pascabencana melalui Program Tanggap Darurat DIKTI

Malalo, 31 Desember 2025 – Universitas Indonesia melalui Disaster Risk Reduction Center (DRRC UI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penanggulangan bencana di Indonesia. Kali ini, tim UI terlibat aktif dalam penanganan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, khususnya di wilayah Malalo, melalui kolaborasi bersama Politeknik Negeri Padang dan universitas lainnya.

Kehadiran tim lintas perguruan tinggi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat respons darurat sekaligus mendorong pemulihan masyarakat terdampak secara lebih terarah. Di tengah situasi pascabencana yang masih menyisakan berbagai tantangan, sinergi akademik ini tidak hanya menghadirkan bantuan kemanusiaan, tetapi juga pendekatan berbasis pengetahuan untuk membaca kebutuhan lapangan secara lebih akurat.

Tim UI yang dipimpin oleh Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, selaku Wakil Kepala DRRC UI, berperan dalam koordinasi dan pelaksanaan dukungan di wilayah Malalo. Fokus utama tim tidak hanya pada penguatan kapasitas respons, tetapi juga pada penyediaan bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama fasilitas layanan dasar yang terdampak langsung oleh bencana.

Salah satu titik penting dalam penyaluran bantuan adalah Puskesmas Batipuh Selatan. Di lokasi ini, tim UI bersama mitra memberikan dukungan berupa pengelolaan air bersih, koneksi internet melalui Starlink, serta bantuan logistik lainnya. Bantuan tersebut sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di tengah situasi darurat, sekaligus memastikan akses komunikasi tetap terbuka saat masyarakat dan tenaga kesehatan membutuhkan dukungan cepat.

Selain memberikan bantuan logistik dan dukungan fasilitas dasar, Tim UI juga melaksanakan kegiatan dukungan sosial, rapid health assessment, serta sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat terdampak. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memetakan kondisi kesehatan warga secara cepat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah situasi pascabencana. Melalui pendekatan ini, respons yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mendukung pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat secara lebih menyeluruh.

Selain bantuan langsung, tim juga terlibat dalam pengamatan kondisi wilayah terdampak untuk memahami kerentanan yang masih mungkin muncul setelah bencana. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan DRRC UI yang menempatkan penanganan bencana bukan hanya sebagai respons sesaat, tetapi sebagai proses berkelanjutan yang mencakup pemulihan, mitigasi, dan pengurangan risiko di masa mendatang.

Sinergi antarperguruan tinggi menunjukkan bahwa penanganan bencana dapat menjadi ruang kerja bersama yang efektif ketika ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, dan koordinasi antarlembaga berjalan seiring. Dalam konteks Malalo, kerja sama tersebut menghadirkan respons yang lebih komprehensif, mulai dari bantuan dasar hingga dukungan teknis yang membantu proses pemulihan.

Gubernur Sumatera Barat turut menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan bencana di daerahnya. Ia menilai kehadiran akademisi di lapangan sangat membantu pemerintah daerah, terutama dalam memastikan bahwa langkah respons dan pemulihan didasarkan pada data, analisis, dan koordinasi yang baik. Dukungan lintas kampus juga dinilai penting agar upaya penanggulangan bencana tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bagi DRRC UI, keterlibatan di Malalo mencerminkan peran perguruan tinggi yang tidak berhenti pada penelitian dan kajian akademik, tetapi juga hadir langsung dalam kerja-kerja kemanusiaan. Melalui kolaborasi yang erat dengan universitas lain, DRRC UI berupaya memastikan bahwa penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana.